Berita :
Loading...

Bukti Cinta

Pada saat perang Uhud Rasulullah SAW terpojok bersama tujuh orang Anshar dan dua orang Quraisy (Muhajirin). Ketika kaum musyrik telah mendekat. Beliau bersabda, “Siapa yang dapat menolak serangan mereka, ia akan masuk surga atau menjadi temanku di surga”.
Majulah seorang laki-laki dari kaum Anshar lalu memerangi musuh hingga terbunuh. Lalu musuh kembali berusaha mendekat. Rasulullah bersabda, “Siapa yang bisa menolak serangan mereka, ia akan masuk surga atau menjadi temanku di surga”.
Maka, majulah seorang laki-laki dari kaum Anshar, lalu memerangi musuh hingga ia terbunuh. Hal seperti itu terjadi berulang-ulang hingga terbunuhlah tujuh orang Anshar.
Rasulullah bersabda kepada dua sahabat Muhajirinnya, ”Kita tidak sebanding dengan para sahabat kita dari kalangan Anshar itu.” (HR. Muslim).
Bagaimana orang-orang itu bisa begitu rela berkorban? Jawabannya tentu karena mereka mencintai Rasulullah SAW lebih dari diri mereka sendiri. Dan, sikap demikian memang diperintahkan Rasul sebagaimana yang pernah dialami Umar bin Khatab yang berkata, ”Wahai Rasulullah! Sungguh engkau lebih aku cintai dari pada segala sesuatu kecuali dari diriku sendiri,”
Rasulullah berkata, ”Tidak bisa! Demi Allah hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.”
Maka Umar berkata, ”Sesungguhnya mulai saat ini, Demi Allah, engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri.”
Rasulullah bersabda, ”Sekarang engkau telah benar wahai Umar.” (HR. Bukhari).
Benar, mencintai baginda Rasulullah bukanlah sekedar mencintai diri pribadi Beliau sebagai manusia yang sama seperti kita. Tetapi mencintai Beliau adalah mencintai Rasulullah SAW pembawa risalah Allah SWT, risalah hidup yang menjadi pedoman kita, serta mencari pribadi pemimpin agung, Sayyidul anbiya wal mursalin, yang mengarahkan kehidupan kita kepada jalan yang benar, yang di ridhai Allah SWT.
Pertanyaan sekarang adalah, apakah bukti nyata cinta kita kepada Baginda Rasulullah SAW sebagaimana para sahabat Anshar telah membuktikan cinta mereka pada kita di atas? Wallahul muwaffiq ila aqwamit tharriq!

0 Komentar: