Berita :
Loading...
Wasum adalah anak kelima dari enam bersaudara (Da****, Sa****, Fi*****, Ka***, Wasum dan Sa*****), pasangan Bapak Ta****** dan Ibu Ra*****. Ia dilahirkan pada tanggal 27 Juni 198* di sebuah desa kecil di Wilayah Timur Cirebon tepatnya di Desa Tenjomaya Kec. Ciledug (Kode Pos 45188). Ia pernah menimba ilmu di SDN Tenjomaya 2 dan SMP N 1 Ciledug. Setelah menyelesaikan tingkat SMP, ia melanjutkan sekolah di SMK PUI Kota Cirebon.
Setelah dinyatakan lulus dari SMK, ia dipercaya untuk menerima Beasiswa Unggulan Biro Perencanaan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Depdiknas dan tercatat sebagai mahasiswa STMIK IKMI Cirebon dan Institut Teknologi Bandung. Setelah menyelesaikan perkuliahannya, ia dipercaya untuk mengembangkan dan memelihara Jejaring Pendidikan Nasional di Dinas Pendidikan Kota Cirebon. Hampir dua tahun ia bekerja di Dinas Pendidikan Kota Cirebon dan sampai akhirnya ia hijrah ke Malang untuk melanjutkan study pasca sarjananya dan berusaha untuk mengembangkan potensi dalam dirinya.
Sampai tulisan ini di-publish, ia masih tinggal di Jl. Gotong Royong 1 No. 44 Jetak Ngasri Kec. Dau Kab. Malang Provinsi Jawa Timur. Dibawah ini ada beberapa cara untuk menghubungi beliau :
  1. Email 1 dan Email 2
  2. Facebook
  3. Google
  4. WhatApp : 085224846414
Semoga Bermanfaat.
Seiring dengan teknologi yang terus berkembang seakan tidak ada titik akhir, hal itu menjadi sebuah peluang bagi para pengembang Information Technology (IT). Salah satunya adalah teknologi mobile device yang berkembang sangat signifikan. Sebagian besar orang telah bergantung pada mobile device untuk memperoleh informasi. Informasi merupakan kebutuhan utama bagi sebagian besar manusia. Dengan menggunakan perangkat bergerak (mobile device), informasi bisa didapatkan di mana pun berada dalam waktu singkat. Di antaranya yaitu informasi tentang lokasi sekolah yang merupakan kebutuhan sebagian besar masyarakat. Namun, sering kali masyarakat kesulitan dalam menemukan lokasi sekolah yang ada, terutama di kota-kota kecil atau pedalaman. Sehingga banyak lokasi sekolah yang jauh dari jangkauan tidak menjadi rujukan karena tidak diketahui oleh masyarakat. Tentu saja ini berakibat pada perkembangan daerah tersebut. Selain itu, lalulintas di beberapa daerah yang relatif padat, tentu saja akan menghabiskan banyak waktu untuk menuju lokasi sekolah yang akan dituju. Sehingga waktu akan terbuang sia-sia selama diperjalanan.
Penelitian ini membahas mengenai aplikasi pencarian lokasi sekolah di Kota Cirebon menggunakan metode Location Based Service. Aplikasi ini dibuat agar pengguna telepon genggam berbasis Java dapat mengetahui informasi tentang letak lokasi sekolah dari keberadaan pengguna. Aplikasi dijalankan dengan telepon genggam berbasis Java yang banyak digunakan karena Java bersifat open source, dinamis (Java bisa dipakai dibanyak platform hardware) dan mudah dalam pemakaiannya. Interface ini dibuat semudah mungkin agar pemakai bisa mudah memahami dalam penggunaannya dan efisien dalam waktu. Aplikasi ini menggunakan NetBeans sebagai tempat editor untuk menulis script Java.
Aplikasi ini telah di uji coba pada telepon genggam berbasis Java yaitu, Nokia X2 dan Nokia C6. Tampilan aplikasi ini didesain untuk memudahkan pengguna. Saat terinstal pada handphone, icon aplikasi akan muncul di menu application.
Saat user membuka aplikasi, maka akan muncul SplashScreen sekitar 5 detik. Kemudian pengguna akan masuk ke menu utama. Pada menu utama pada aplikasi ini terdapat beberaa menu seperti Mulai, Bantuan, Tentang dan Keluar. Pengguna aplikasi dapat memilih tombol Mulai yang digunakan untuk memilih halaman sub menu pencarian yaitu berdasarkan “sekolah” dan berdasarkan “kecamatan”. Apabila memilih sub menu sekolah akan masuk sub menu selanjutnya yaitu button image SD, SMP, SMA. Jika pengguna menekan salah satu button image tersebut, maka aplikasi akan menampilkan map dari keberadaan pengguna. Pada map keberadaan pengguna dan letak sekolah ditandai dengan marker image seperti dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Keberadaan SMP Negeri 1 Ciledug tidaklah melalui sejarah yang pendek, namun melalui suatu rangkaian sejarah yang cukup panjang. Sejarah ini bermula dari afiliasi ( Kelas Jauh ) Sekolah Kerajinan Negeri Cirebon yang kemudian berubah menjadi Sekolah Kerajinan Negeri Ciledug. Sejak saat itulah beberapa perubahan nama dan jenis sekolah dialami oleh Sekolah ini sehingga menjadi SMP Negeri 1 Ciledug.
Pada tahun 1979, kebijakan dalam dunia pendidikan kita mengalami perubahan lagi. Setiap Kecamatan diharuskan memiliki setidaknya sebuah SLTP Umum (bukan SLTP Kejuruan). Oleh karena itu, SMP Negeri Ciledug (SLTP Umum) tidak berada di Kecamatan Ciledug, tetapi di Kecamatan Babakan maka pada tanggal 1 April 1979 dengan Surat Keputusan Nomor 034/U/1979 Sekolah Tehnik Negeri (STN) Ciledug diubah menjadi SLTP Umum dengan nama Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Ciledug, sedangkan SMP Negeri 1 Ciledug berada di Kecamatan Babakan. Penamaan ini didasarkan atas wilayah Kawedanaan Ciledug.
Dunia pendidikan memang selalu berubah-ubah sesuai dengan perkembangan kebijakan Pemerintah secara umum. Pada tahun 1989, penamaan ini tidak didasarkan atas wilayah Kawedanaan, melainkan berdasarkan wilayah Kecamatan sehingga SMP NEGERI 2 Ciledug diubah menjadi Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Negeri 1 Ciledug, sekarang diganti nama menjadi SMP Negeri 1 Ciledug. Sumber.
Untuk peta lokasi SMP N 1 Ciledug bisa dilihat di Disini.
Dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, hampir semua barang dikendalikan oleh sistem komputer dan internet (Internet of Things). Hal ini justru menjadi celah bagi para hacker (penjahat dunia maya). Hal itulah yang dialami jurnalis WIRED, Andy Greenbarg ini. Secara tiba-tiba, mobil Jeep Cherokee miliknya jadi sasaran hacker dan dikendalikan dari jarak jauh.Namun rupanya apa yang dialami Andy itu dilakukan oleh dua peneliti sistem keamanan yakni Charlie Miller dan Chris Valasek. Mereka berdua membobol sistem komputer dengan fasilitas wireless di mobil Andy untuk mendemonstrasikan bahwa hacker bisa membajak mobil-mobil canggih. Dari jarak 16 kilometer, Charlie dan Chris mampu mengendalikan sistem radio, AC, wiper mobil sampai mesin dan kemudi mobil. Wah, kamu yang punya mobil modern harus hati-hati ya!
Sumber : Kompas
Setelah melaksanakan Program Alih Tahun (PAT) di Universitas Brawijaya selama dua minggu, maka mahasiswa wajib mengikuti tahapan selanjutnya. Tahapan ini adalah Semester Pertama Kuliah secara reguler di Universitas Brawijaya.
Jumlah mahasiswa yang ada di kelas kami berjumlah lima belas mahasiswa. Sebagian besar mahasiswanya berasal dari Jawa Timur seperti Malang (8 org), Pasuruan (1 org), Probolinggo (1 org), Jember (2 org). Hanya ada tiga mahasiswa yang berasal dari Jawa Timur seperti dari Tidore (1 org) Prov. Maluku Utara dan Bajawa (1 org) P. Flores Prov. NTT serta saya sendiri yang dari Cirebon.
Pada semester ini, kami hanya mengambil lima belas SKS. Untuk daftar mata kuliahnya seperti :
  1. Stokastik, Dosen Pengampu Ibu Dr. Ir. Erni Yudaningtyas, MT
  2. Kecerdasan Komputasional, Dosen Pengampu Bapak Bapak Dr. Eng. Agus Naba, MT
  3. Pengolahan Citra, Dosen Pengampu Ibu Rahmadwati, ST.,MT.,PhD
  4. Sistem Pengambilan Keputusan, Dosen Pengampu Bapak Ir. Purnomo Budi Santoso, M.Sc. P.hD
  5. Teknologi Komunikasi dan Informasi, Dosen Pengampu Bapak Dr. Ir. Sholeh Hadi Pramono, MS
setelah dinyatakan Diterima pada Program Pasca Sarjana Universitas Brawijaya Malang, maka setiap mahasiswa wajib mengikuti Program Alih Tahun (PAT). Program ini dimaksudkan untuk menyiapkan calon mahasiswa secara keseluruhan untuk memasuki proses pembelajaran di suatu program studi dikarenakan perbedaan bidang studi dengan jenjang pendidikan sebelumnya, sudah lama tidak aktif dalam proses belajar mengajar, Indek Prestasi jenjang pendidikan sebelumnya dibawah yang dipersyaratkan dan menyiapakan calon mahasiswa untuk masuk dalam bidang studi tertentu pada jenjang Magister dan Doktor Universitas Brawijaya. Klik disini untuk mengetahui Manual Prosedur Penyelenggaraan Program Alih Tahun (PAT)
Untuk mahasiswa angkatan Tahun 2014, mempunyai jadwal PAT sebagai berikut :
  1. Telekomunikasi Digital, Dosen Pengampu Bpk. Dr. Ir. Sholeh Hadi Pramono, MS
  2. Sistem Informasi dan Komunikasi, Dosen Pengampu Bpk. Herman Tolle, ST.,MT.,PhD
  3. Komputasi Numerik, Dosen Pengampu Ibu Rahmadwati, ST.,MT.,PhD
Keterangan :
  1. Perkuliahan dimulai Selasa, 1 Juli 2014 hingga Jum’at, 18 Juli 2014. Dimohon untuk penyesuaian waktu perkuliahan dengan batas perkuliahan PAT.
  2. Setiap mata kuliah diajarkan 3 x seminggu, total pertemuan 8 kali, untuk pertemuan ke-1 di isi PRE-TEST , untuk pertemuan ke-8 di isi dengan POST-TEST dan daftar hadir mengajar mohon ditandatangani oleh Dosen pengampu, sedangkan pertemuan ke-2 hingga ke-7 disi dengan perkuliahan sebanyak 6 kali pertemuan.
Catatan untuk mahasiswa :
Jumlah mata kuliah yang boleh diambil pada semester 1 (satu) adalah sesuai hasil evaluasi Program Alih Tahun (PAT), lihat Buku Pedoman Pendidikan FT-UB.
Saya tulis juga di blog ini.