JAKARTA,
(17/7) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluluskan 1.991 wisudawan
satuan pendidikan tinggi vokasi tahun 2025. Para wisudawan tidak hanya memiliki
ijazah tapi juga sertifikasi kompetensi yang menandakan siap terjun ke dunia
kerja maupun berwirausaha.
Saat
memberi sambutan pada wisuda nasional berlangsung di Politeknik Ahli Usaha
Perikanan (AUP), Jakarta Selatan yang diikuti lulusan dari 11 satuan pendidikan
tinggi secara hybrid, Rabu (16/7), Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti
Wahyu Trenggono menekankan pentingnya peran sumber daya manusia kompeten
untuk mendukung pencapaian target penurunan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi
8 persen yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo.
"Motivasi,
dedikasi, penguasaan keterampilan teknis yang bermuara pada kompetensi
merupakan kunci keberhasilan,” ujar Menteri Trenggono di depan para wisudawan.
Di
sektor kelautan dan perikanan, beberapa program strategis sudah disiapkan
seperti modeling tambak berkelanjutan, revitalisasi tambak, program
transformasi kampung nelayan, program swasembada garam yang pelaksanaannya
membutuhkan dukungan sumber daya manusia kompeten.
“Satuan
pendidikan KKP yang akan bertransformasi menjadi Ocean Institute of Indonesia
(OII) harus mampu membangun SDM yang memiliki core competence dan keilmuan
teknis yang spesifik,” ungkapnya.
Serapan
Dunia Kerja
Kepala
Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) I
Nyoman Radiarta, menambahkan dari total 1991 wisudawan terdapat 391 orang telah
diterima bekerja pada dunia industri di dalam dan luar negeri, 8 orang bekerja
di pemerintahan, serta 2 orang bekarja di dunia usaha melakukan rintisan
wirausaha bidang kelautan dan perikanan.
Para
wisudawan tersebut memiliki kompetensi dalam berbagai bidang keahlian, antara
lain pemanfaatan sumber daya perairan, penangkapan ikan, permesinan/mekanisasi
perikanan, pengolahan hasil perikanan, akuakultur/budi daya ikan, pengelolaan
sumber daya perairan, penyuluhan, teknologi kelautan, konservasi, dan ekowisata
bahari.
Selain
memperoleh ijazah, para wisudawan memiliki sertifikat kompetensi, keahlian dan
keterampilan seperti sertifikat Basic Safety Training Fisheries (BST-F),
ANKAPIN I, ATKAPIN I, sertifikat Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB),
sertifikat Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB), Sertifikat Cara Pembuatan
Pakan Ikan yang Baik (CPPIB), sertifikat kompetensi dalam keahlian pembesaran
dan pembenihan ikan, sertifikat Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).
Sementara
itu, jumlah peserta didik yang sedang menempuh pendidikan tinggi vokasi
kelautan perikanan di bawah KKP saat ini mencapai 6.704 orang, dengan 77,8%
atau 5.217 orang di antaranya merupakan anak-anak pelaku utama sektor kelautan
dan perikanan, seperti nelayan, pembudidaya ikan, pengolah hasil perikanan, pemasar,
dan petambak garam.(MNA)
Sumber
: Humas BPPSDM KP


0 Komentar